Gempa Myanmar Guncang Bangkok, PM Thailand Adakan Rapat Darurat

Gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Myanmar terasa juga di Thailand, termasuk ibu kota Bangkok. Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, segera mengadakan rapat darurat setelah gempa menimbulkan kepanikan di negara tersebut.

Guncangan yang pusatnya berada dekat Sagaing, Myanmar, terasa hingga ke bagian utara Thailand dan Bangkok. Di ibu kota, kepanikan melanda dengan orang-orang yang berlarian keluar dari gedung-gedung yang bergoyang.

“Saya sedang tidur ketika gempa terjadi. Saya langsung berlari keluar mengenakan piyama,” ujar DuangJai, warga Chiang Mai, saat diwawancarai oleh AFP.

Baca juga: Gempa M 7,7 Guncang Myanmar, Guncangan Terasa hingga Thailand-China

Penduduk Chiang Mai lainnya, Sai (76), mengungkapkan bahwa ia sedang bekerja di sebuah minimarket ketika gempa mengguncang.

“Saya langsung keluar bersama pelanggan lainnya. Ini adalah gempa terkuat yang pernah saya alami,” katanya.

Guncangan gempa di Myanmar ini dilaporkan menyebabkan kerusakan pada beberapa bangunan di Bangkok dan memaksa penghentian sementara beberapa layanan kereta metro dan kereta ringan di ibu kota Thailand.

Menurut akun media sosial PM Paetongtarn, ia menghentikan kunjungan resminya ke Phuket dan mengadakan rapat darurat setelah gempa dirasakan di Thailand pada siang hari, Jumat (28/3).

Laporan dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menunjukkan bahwa pusat gempa berjarak sekitar 16 kilometer di sebelah barat laut Sagaing, Myanmar, dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan bumi.

Gempa besar ini terjadi sekitar pukul 12.50 waktu setempat di Myanmar, dan disusul dengan gempa susulan berkekuatan Magnitudo 6,4 beberapa menit setelahnya.

Guncangan juga dirasakan di Provinsi Yunnan, China bagian barat daya.

Sejauh ini, belum ada informasi pasti mengenai kerusakan dan korban jiwa akibat gempa ini. Namun, jurnalis AFP melaporkan bahwa langit-langit di beberapa bangunan di Naypyitaw, ibu kota Myanmar, runtuh, dinding retak, dan jalanan tertekuk akibat gempa tersebut.

Tanah di Myanmar bergetar keras selama sekitar setengah menit sebelum akhirnya tenang kembali.