Polri Siapkan 2.385 Pos Pengamanan untuk Pemudik yang Lelah di Perjalanan

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan pos pengamanan khusus bagi pemudik. Pos ini difungsikan untuk mengantisipasi kelelahan pengendara selama perjalanan mudik.

Pernyataan tersebut disampaikan Irjen Agus dalam acara pelepasan Tim Mudik 2025 Transmedia yang berlangsung di Gedung Trans Media, Jakarta, pada Senin (24/3/2025). Acara ini turut dihadiri oleh Menko PMK Pratikno, Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A Purwantono, serta Direktur Angkutan Jalan Dirjen Hubdat Kemenhub Ernita Titis Dewi.

Menurut Irjen Agus, evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan adanya penurunan angka kecelakaan. Meski demikian, Polri tetap menyiapkan sebanyak 2.385 pos untuk memberikan pelayanan bagi pemudik yang merasa lelah saat berkendara.

2.385 Pos Pengamanan untuk Pemudik

“Mabes Polri telah menyiapkan sebanyak 2.385 pos pengamanan yang tersebar di jalan tol maupun jalan nasional. Pos ini diperuntukkan bagi seluruh pemudik, termasuk pengendara roda dua. Harapannya, angka kecelakaan dapat terus ditekan, bahkan jika memungkinkan, bisa mencapai nol kecelakaan,” ujar Irjen Agus.

Selain itu, Polri juga mengerahkan sekitar 93.382 personel guna memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik di berbagai daerah di Indonesia. Para personel telah dipetakan sesuai dengan lokasi-lokasi yang menjadi fokus utama pengamanan.

“Kami telah menempatkan personel di titik-titik strategis sesuai dengan pemetaan yang dilakukan oleh Kapolda dan Direktur Lalu Lintas di masing-masing wilayah,” tambahnya.

Koordinasi Terkait Libur Nyepi

Lebih lanjut, Irjen Agus juga menyinggung tentang penyesuaian arus lalu lintas berkaitan dengan momen libur Lebaran yang beririsan dengan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu. Hal ini terutama berlaku bagi pemudik yang hendak menuju Bali.

Ia menyebutkan bahwa koordinasi telah dilakukan bersama pihak terkait untuk mengatur sistem buka-tutup kendaraan yang keluar dan masuk Pulau Bali selama Nyepi.

“Terkait dengan irisan antara libur Lebaran dan Hari Raya Nyepi, kami telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait di Bali dan Jawa Timur. Berdasarkan kesepakatan, distribusi kendaraan dan pergerakan orang yang menuju Bali akan dihentikan pada 28 Maret pukul 17.00,” jelasnya.