Mantan juara kelas menengah UFC, Robert Whittaker, berencana naik ke kelas berat ringan setelah menjalani satu pertarungan lagi di kelasnya saat ini. Petarung asal Selandia Baru ini mengaku masih mempertimbangkan keputusan tersebut dan akan memastikannya setelah duel berikutnya. Ia ingin menguji batas kemampuan fisiknya sebelum benar-benar naik ke kelas 205 pound.
Whittaker sebelumnya pernah memberi isyarat akan berpindah divisi, meski belum menetapkan keputusan final. Pada laga terakhirnya di UFC 308 Oktober 2024, ia mengalami kekalahan menyakitkan lewat submission brutal dari Khamzat Chimaev, yang membuat rahangnya terkilir akibat kuncian di wajah. Hingga kini, Whittaker belum memiliki lawan yang pasti untuk pertarungan selanjutnya, tetapi ia menganggap duel melawan mantan juara kelas menengah, Sean Strickland, sebagai opsi yang menarik. Ia bahkan mempertimbangkan untuk bertarung pada Pekan Pertandingan Internasional UFC pada Juni mendatang.
Perpindahan divisi bukanlah hal baru bagi Whittaker. Sebelumnya, ia memulai kariernya di UFC sebagai petarung kelas welter pada usia 21 tahun dan memenangkan ajang The Ultimate Fighter edisi internasional pada 2012. Setelah beberapa kali bertarung di kelas welter, ia memutuskan naik ke kelas menengah pada 2024 dan berhasil berkembang pesat. Whittaker mencatat enam kemenangan beruntun sebelum akhirnya mengalahkan Yoel Romero untuk merebut sabuk juara sementara, yang kemudian menjadikannya juara tak terbantahkan.
Meskipun kehilangan gelarnya, Whittaker tetap tampil impresif dengan kemenangan melawan petarung top seperti Paulo Costa, Kelvin Gastelum, Marvin Vettori, Jared Cannonier, dan Darren Till. Namun, ia juga mengalami tiga kekalahan dalam divisi 185 pound, yakni dari Israel Adesanya, Dricus du Plessis, dan Khamzat Chimaev. Kini, keputusan besar menantinya—bertahan di kelas menengah atau menantang tantangan baru di kelas berat ringan.