China Ingatkan Filipina Terkait Kerja Sama Pertahanan dengan Negara Asing

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa setiap bentuk kerja sama pertahanan atau keamanan yang dijalin Filipina dengan negara lain tidak boleh menargetkan pihak ketiga atau merugikan kepentingannya. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers harian pada Selasa (25/3), sebagai respons atas pertanyaan mengenai hubungan militer Filipina dan Amerika Serikat (AS).

Guo menekankan bahwa China telah berulang kali menyampaikan posisinya terkait aliansi militer Filipina dengan AS. Ia menyoroti pentingnya menjaga stabilitas kawasan serta menghindari tindakan yang dapat memperburuk ketegangan atau mengancam perdamaian regional. Menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa mengundang pihak luar dengan niat tertentu tidak akan memberikan keuntungan jangka panjang. Sebaliknya, mereka yang secara sukarela memainkan peran sebagai “pion” dalam strategi geopolitik negara lain pada akhirnya hanya akan ditinggalkan begitu saja.

Selain itu, Guo mengingatkan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh Filipina dalam mempererat hubungan militernya dengan AS dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan bagi keamanan nasional dan hubungan bilateral dengan negara-negara tetangga. China melihat kerja sama semacam itu sebagai bentuk campur tangan asing yang dapat memperkeruh situasi di kawasan, terutama di Laut China Selatan, yang sudah lama menjadi sumber ketegangan antara berbagai negara.

Guo juga menyampaikan pesan tegas kepada beberapa pihak di Filipina, meminta mereka untuk berhenti menjadi alat propaganda negara lain serta menghindari tindakan yang hanya menguntungkan kepentingan politik pribadi. Ia menegaskan bahwa Filipina seharusnya lebih berfokus pada kebijakan yang mendukung kedaulatan dan stabilitas kawasan, bukan justru memperburuk ketegangan dengan mengakomodasi kepentingan asing yang berpotensi merugikan negara mereka sendiri. Dalam pandangan China, pendekatan diplomatik yang lebih mandiri dan seimbang akan lebih menguntungkan Filipina dalam jangka panjang, daripada hanya bergantung pada kekuatan asing yang bisa sewaktu-waktu mengabaikan kepentingan negara tersebut.