Rusia mengumumkan bahwa sistem pertahanannya berhasil menjatuhkan setidaknya 126 drone milik Ukraina yang diluncurkan pada malam hari. Mayoritas drone tersebut berhasil dihancurkan di wilayah Volgograd dan Voronezh yang terletak di selatan Rusia.
Menurut laporan Kementerian Pertahanan Rusia yang dikutip oleh AFP pada Sabtu (15/3/2025), sebanyak 64 drone berhasil ditembak jatuh di wilayah Volgograd dan Voronezh, sementara sisanya menargetkan area perbatasan.
Serangan ini terjadi setelah Presiden Vladimir Putin menyatakan dukungannya terhadap usulan gencatan senjata yang diajukan oleh Amerika Serikat (AS). Namun, Putin menegaskan bahwa ia masih memiliki “pertanyaan penting” terkait implementasi kesepakatan tersebut dan ingin membahasnya langsung dengan Presiden Donald Trump.
Militer Ukraina diketahui meluncurkan serangan drone secara besar-besaran selama konflik yang berlangsung di wilayah Rusia. Serangan terbesar yang dilakukan Kyiv terjadi pada Senin (10/3) hingga Selasa (11/3) dini hari, di mana Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa total 337 drone telah berhasil ditembak jatuh.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 91 drone dihancurkan di wilayah Moskow, sedangkan 126 lainnya ditembak jatuh di wilayah Kursk, yang sebelumnya sempat menjadi target serangan militer Ukraina sebelum akhirnya pasukan mereka ditarik mundur.
Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, menyebut serangan ini sebagai yang terbesar yang pernah dilakukan Ukraina terhadap ibu kota Rusia, yang memiliki populasi sekitar 21 juta jiwa dan merupakan salah satu kawasan metropolitan terbesar di Eropa