Sean O’Malley Janjikan Performa Superior di Laga Ulang Lawan Merab Dvalishvili

Sean O’Malley bertekad menampilkan performa berbeda saat menghadapi laga ulang melawan juara bertahan Merab Dvalishvili di UFC 316 yang akan digelar di New Jersey pada 7 Juni 2025. O’Malley menegaskan bahwa dirinya kini lebih gesit, lincah, dan berada dalam kondisi yang jauh lebih baik dibandingkan pertemuan sebelumnya. Dalam pertemuan pertama mereka di UFC 306 pada September 2024, Dvalishvili berhasil merebut gelar juara kelas bantam dari O’Malley melalui keputusan mutlak. Kini, setelah CEO UFC Dana White mengumumkan laga ulang, O’Malley siap membalas kekalahan tersebut dan merebut kembali gelarnya.

Petarung berjuluk “Suga” ini mengaku telah menjalani kamp pelatihan yang lebih baik dan merasa lebih percaya diri. Ia juga mengungkapkan bahwa pada persiapan sebelumnya, ia mengalami sejumlah kendala yang kini telah diatasi sepenuhnya. O’Malley menyatakan bahwa dirinya dalam kondisi fisik yang jauh lebih prima dan siap bertarung dengan kemampuan maksimal.

Meski mendapatkan kesempatan laga ulang, keputusan ini menuai reaksi beragam dari komunitas MMA. Banyak yang menilai kemenangan Dvalishvili di laga pertama begitu dominan, terlebih setelah ia sukses mempertahankan gelarnya melawan Umar Nurmagomedov. Sementara itu, O’Malley belum berlaga lagi sejak kekalahan tersebut karena harus menjalani operasi pemulihan cedera pinggul. Namun, ia menegaskan bahwa kini dirinya telah sepenuhnya pulih dan dalam kondisi terbaik. O’Malley bahkan mengklaim bahwa jika ia mampu mempertahankan ritme latihan yang telah dijalani, maka dirinya akan tampil 70 persen lebih baik dari laga sebelumnya dan membuktikan bahwa Dvalishvili hanya menang karena ia tidak berada dalam kondisi terbaiknya.

Muhammad Rifqi Fitriadi Pulang Kampung Demi Rayakan Lebaran Usai Bertanding di Thailand

Petenis Indonesia Muhammad Rifqi Fitriadi segera mengejar penerbangan dari Bangkok, Thailand, setelah tersingkir di semifinal ITF M15 Nonthaburi demi bisa merayakan Idulfitri bersama keluarganya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Rifqi tiba di kampung halamannya tepat pada malam takbiran, Minggu (30/3), dan langsung berkumpul dengan keluarga untuk bersilaturahmi.

Sebelumnya, Rifqi harus mengakui keunggulan petenis Korea Selatan, Jeamoon Lee, dengan skor 6(2)-7, 6-3, 4-6 dalam laga semifinal yang berlangsung Sabtu (29/3). Meskipun gagal melaju ke final, ia tetap bersemangat karena dapat kembali ke rumah dan menikmati hidangan khas Lebaran yang dimasak sang ibu. Salah satu makanan favoritnya adalah bingka barandam, kue manis khas Banjar yang disajikan dengan rendaman gula merah, serta bistik daging dan rawon.

Rifqi baru saja menghabiskan tiga pekan di Thailand mengikuti ITF M15 Nonthaburi. Pada pekan pertama, ia sukses meraih gelar juara sektor ganda bersama Christopher Rungkat. Namun, pada pekan kedua, mereka harus mundur di perempat final akibat cedera yang dialami Christo. Sementara di nomor tunggal, Rifqi menunjukkan perkembangan positif dengan pencapaian terbaiknya di pekan ketiga setelah berjuang dari babak kualifikasi.

Usai jeda dua pekan untuk Lebaran, Rifqi dijadwalkan bertolak ke China pada 14 April untuk mengikuti serangkaian turnamen ITF. Beberapa turnamen yang akan diikutinya antara lain ITF M15 Luan, ITF M25 Anning, dan ITF M25 Baotou. Ia pun berencana memanfaatkan waktu istirahat ini untuk berlatih dan mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum kembali berlaga di kancah internasional.

Guardiola Incar Rekor Semifinal Beruntun Saat City Tantang Bournemouth

Pelatih Manchester City, Josep “Pep” Guardiola, berambisi untuk memperpanjang rekor klub mencapai semifinal Piala FA selama tujuh musim berturut-turut ketika timnya menghadapi Bournemouth dalam laga perempat final di Stadion Vitality, Minggu (30/3). Guardiola menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi salah satu target utama sebelum fokus ke Liga Champions dan laga lanjutan di liga melawan Leicester City. Ia menekankan bahwa timnya harus tetap serius dalam kompetisi ini, sebagaimana mereka menjuarai Piala Liga empat musim beruntun beberapa tahun lalu.

Musim ini, Manchester City telah memastikan tempat di semifinal Piala FA untuk keenam kalinya secara beruntun. Pada musim 2023-2024, mereka bahkan berhasil mencapai final meski harus mengakui keunggulan Manchester United dengan skor 1-2. Guardiola menilai bahwa membawa timnya kembali ke Wembley, tempat berlangsungnya semifinal, akan menjadi pencapaian yang membanggakan. City sendiri telah mengoleksi tujuh gelar juara Piala FA, dengan yang terbaru diraih pada musim 2022-2023.

Di antara delapan tim yang tersisa di perempat final, hanya Nottingham Forest, Aston Villa, dan Preston North End yang pernah menjuarai turnamen ini, namun gelar mereka terakhir kali diraih lebih dari enam dekade lalu. Bournemouth, sebagai lawan City di perempat final, akan bermain dengan tekad besar untuk mencatat sejarah baru dengan mencapai final pertama mereka. Guardiola mengakui bahwa Bournemouth telah menunjukkan performa luar biasa di Liga Inggris musim ini, yang dibuktikan dengan kemenangan mereka atas City di pertemuan pertama dengan skor 2-1.

Saat ini, Bournemouth berada di peringkat kesepuluh klasemen sementara Liga Inggris dengan 44 poin, hanya terpaut empat angka dari Manchester City yang menempati posisi kelima. Dengan semangat tinggi dan keinginan kuat untuk membuat sejarah, Bournemouth dipastikan akan memberikan perlawanan sengit dalam pertandingan ini.

Coco Gauff Menang Telak Atas Kenin, Tunjukkan Dominasi di Miami Open

Petenis Amerika Serikat Coco Gauff memulai perjalanannya di Miami Open dengan kemenangan spektakuler, mengalahkan rekan senegaranya Sofia Kenin tanpa kehilangan satu gim pun dalam waktu 47 menit pada Kamis waktu setempat atau Jumat WIB. Kemenangan 6-0, 6-0 ini merupakan yang kedua dalam karier Gauff, setelah sebelumnya mencatat hasil serupa melawan Arantxa Rus di Madrid tahun lalu.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Gauff mengakui bahwa performanya sangat solid, sementara Kenin tidak berada dalam kondisi terbaiknya. Ia menilai bahwa skor seperti itu sulit terjadi jika lawan bermain dengan performa maksimal. Gauff, yang kini berusia 21 tahun, juga mengenang kekalahan dari Kenin di Wimbledon dua musim lalu sebagai momen penting dalam kariernya. Kekalahan tersebut menjadi titik balik yang membantunya meraih gelar Grand Slam pertamanya di US Open tahun lalu.

Meski belakangan ini mengalami pasang surut, dengan rekor 3-4 dalam tujuh pertandingan terakhirnya, Gauff menegaskan bahwa ia selalu memiliki pola pikir jangka pendek terkait kemenangan dan kekalahan. Bagi petenis peringkat tiga dunia ini, setiap pertandingan adalah kesempatan baru untuk menunjukkan performa terbaiknya. Pada laga ini, ia hanya melakukan tiga kesalahan sendiri dan dua kesalahan ganda, sambil mencetak 13 pukulan yang menghasilkan poin.

Gauff, yang belum pernah mencapai babak keempat di Miami Open, kini akan menghadapi unggulan ke-28 Maria Sakkari di babak ketiga. Sakkari sebelumnya mengalahkan petenis Italia Lucia Bronzetti untuk melaju ke babak berikutnya.

Zverev Berambisi Bangkit di Miami Open Setelah Performa Kurang Maksimal

Alexander Zverev bertekad untuk kembali ke performa terbaiknya di Miami Open setelah melalui lima pekan yang sulit di Amerika, mencatatkan hasil menang-kalah 4-4 di berbagai turnamen seperti Buenos Aires, Rio de Janeiro, Acapulco, dan Indian Wells. Namun, ia merasa memiliki hubungan khusus dengan Miami, mengingat kondisi lapangan yang lebih cepat serta cuaca yang lebih lembap dibandingkan Indian Wells. Zverev mengungkapkan bahwa Miami adalah kota favoritnya di Amerika Serikat, terlebih karena ia juga merupakan penggemar tim basket Miami Heat.

Sebagai petenis peringkat dua dunia, Zverev akan menghadapi Benjamin Bonzi atau petenis kualifikasi dalam laga pertamanya di Hard Rock Stadium. Ia berharap bisa memperbaiki catatan pertandingannya di Miami yang kini berada di angka 17-9. Salah satu pencapaian terbaiknya di turnamen ini adalah mencapai final pada 2018 serta semifinal pada 2024 sebelum akhirnya takluk dari Grigor Dimitrov.

Zverev berusaha untuk lebih fokus pada setiap pertandingan yang dijalani, berharap bisa menampilkan performa terbaiknya seperti yang ia rasakan dalam sesi latihan. Ia juga mewaspadai Jack Draper, petenis Inggris yang baru saja meraih gelar Masters 1000 pertamanya di Indian Wells. Jika keduanya terus melaju, mereka berpotensi bertemu di perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah pertemuan mereka.

Petenis Jerman itu mengakui bahwa Draper telah menunjukkan peningkatan signifikan, terutama dalam konsistensi permainan. Ia juga memberikan apresiasi terhadap Holger Rune, yang menurutnya telah mengalami masa sulit dalam 18 bulan terakhir, tetapi kini mulai menemukan kembali performa terbaiknya. Dengan ambisi besar, Zverev berharap bisa kembali bersaing di level tertinggi dan meraih hasil maksimal di Miami Open tahun ini.

Ana/Tiwi Awali Swiss Open 2025 Dengan Kemenangan Meyakinkan

Ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma dan Amallia Cahaya Pratiwi, berhasil melangkah ke babak kedua Swiss Open 2025 setelah menaklukkan pasangan Prancis, Agathe Cuevas/Kathell Desmots-Chacun, dengan skor 21-9, 21-13 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Rabu dini hari WIB. Kemenangan ini mengantarkan mereka melaju dengan kepercayaan diri tinggi dalam turnamen Super 300 tersebut.

Ana/Tiwi, sapaan akrab mereka, mengakui bahwa pada babak pertama mereka harus beradaptasi dengan kondisi lapangan yang berbeda dari turnamen sebelumnya, All England. Ana mengungkapkan bahwa ia perlu menyesuaikan diri dengan shuttlecock yang lebih berat serta lapangan yang tidak berangin, meskipun sempat mengalami kendala akibat pantulan cahaya lampu.

Dengan hasil positif ini, unggulan ketiga tersebut berambisi untuk meraih pencapaian lebih baik dibandingkan edisi sebelumnya, di mana mereka tersingkir pada babak kedua setelah kalah dari pasangan Australia, Setyana Daniella Florensia Mapasa/Angela Yu, dengan skor 21-23, 21-13, 17-21. Tiwi menegaskan bahwa mereka harus memanfaatkan setiap kesempatan dan fokus menjalani pertandingan satu per satu agar bisa meraih hasil maksimal.

Pada babak kedua, Ana/Tiwi akan menghadapi pasangan Taiwan, Shu Yin-hui/Lin Jhih-yun, yang sebelumnya mengalahkan Lilou Schaffner/Mariia Stoliarenko dengan skor 21-7, 21-14. Meski sudah mengantisipasi potensi pertemuan dengan lawan-lawan kuat seperti Liu Shengshu/Tan Ning serta Jia Yifan/Zhang Shuxian dari China pada babak selanjutnya, Ana menegaskan bahwa mereka ingin fokus pada pertandingan terdekat terlebih dahulu.

Ana/Tiwi menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor ganda putri setelah Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti memutuskan absen demi memulihkan cedera Apriyani. Dengan semangat dan persiapan yang matang, Ana/Tiwi berharap bisa melangkah lebih jauh dalam Swiss Open 2025.

Djokovic dan Alcaraz Berada di Sisi Undian yang Sama di Miami Open

Juara enam kali Novak Djokovic dan peraih gelar Miami Open 2022 Carlos Alcaraz berada dalam jalur yang sama dalam turnamen ATP Masters 1000 tahun ini. Djokovic kembali tampil di Miami Open setelah absen sejak 2019. Petenis Serbia ini memiliki rekam jejak impresif di turnamen tersebut, dengan lima gelar dalam rentang 2011 hingga 2016. Djokovic akan memulai perjalanannya di Miami dengan menghadapi rekan senegaranya Hamad Medjedovic atau petenis Australia Rinky Hijikata.

Djokovic, yang telah meraih 40 gelar ATP Masters 1000, berpotensi berjumpa dengan Daniil Medvedev di perempat final. Medvedev, juara bertahan Miami Open, akan menghadapi Jaume Munar atau Arthur Rinderknech di pertandingan pertamanya. Sementara itu, Alcaraz, unggulan kedua turnamen, akan memulai langkahnya dengan menghadapi pemenang laga antara David Goffin dan Aleksandar Vukic. Jika berhasil melaju, ia kemungkinan bertemu unggulan ke-31 Brandon Nakashima di babak ketiga dan berpotensi menghadapi Casper Ruud, Grigor Dimitrov, atau Tommy Paul di perempat final.

Petenis unggulan teratas Alexander Zverev berusaha bangkit setelah performa kurang konsisten sejak final Australian Open. Ia akan memulai turnamen dengan menghadapi Benjamin Bonzi atau petenis kualifikasi. Jika terus melaju, ia bisa menghadapi Giovanni Mpetshi Perricard di babak ketiga, dengan Frances Tiafoe atau Arthur Fils sebagai kemungkinan lawan di babak keempat.

Di sisi lain, unggulan keenam Jack Draper yang baru saja meraih kemenangan pertamanya di Masters 1000, berpeluang bertemu Zverev di perempat final. Ia akan menghadapi Roberto Bautista Agut atau Jakub Mensik di babak kedua. Sementara itu, unggulan ketiga Taylor Fritz akan menghadapi Mariano Navone atau Lorenzo Sonego pada babak kedua, dengan Denis Shapovalov sebagai calon lawan di babak ketiga.

Bagian menarik lainnya dari undian ini menampilkan Andrey Rublev, Matteo Berrettini, dan Kei Nishikori. Jika Nishikori mampu mengalahkan Yoshihito Nishioka, ia akan menghadapi Berrettini dalam pertemuan pertama mereka. Selain itu, Joao Fonseca, yang baru saja meraih gelar ATP Tour pertamanya, akan menghadapi Learner Tien dalam pertandingan ulang final Next Gen ATP Finals tahun lalu.

Canelo Alvarez Siap Rebut Kembali Sabuk IBF di Riyadh

Canelo Alvarez akan kembali bertarung untuk merebut gelar juara dunia kelas menengah super International Boxing Federation (IBF) dalam duel melawan William Scull di Riyadh, Arab Saudi, pada 3 Mei 2025. Pertarungan ini akan menjadi laga utama dalam ajang tinju bergengsi yang juga menampilkan lima duel lainnya.

Alvarez, petinju asal Meksiko, memasuki pertarungan ini dengan status juara bertahan di kelas menengah super untuk World Boxing Association (WBA), World Boxing Council (WBC), World Boxing Organization (WBO), serta The Ring. Sebelumnya, ia harus melepaskan sabuk IBF setelah memutuskan untuk mempertahankannya melawan Edgar Berlanga pada September 2024. Kini, dengan rekor 62 kemenangan, dua kekalahan, dan dua hasil seri, Alvarez berambisi kembali menguasai divisi ini.

Di sisi lain, William Scull datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah berhasil mengalahkan Vladimir Shishkin pada Oktober 2024 dan merebut gelar IBF yang masih kosong. Petinju asal Inggris ini belum terkalahkan dengan catatan 23 kemenangan dan bertekad mempertahankan rekornya saat menghadapi Alvarez.

Selain pertarungan utama, acara di Riyadh juga akan menyajikan laga menarik lainnya, termasuk Jaime Munguia yang berusaha bangkit setelah kekalahan mengejutkan dari Surace pada Desember 2024. Munguia yang awalnya diunggulkan, harus tumbang setelah terkena pukulan kanan keras di ronde keenam yang membuatnya gagal bangkit dari hitungan wasit.

Sementara itu, empat laga lain yang turut meramaikan acara ini mempertemukan Martin Bakole melawan Efe Ajagba, Badou Jack menghadapi Ryan Rozicki, Marco Verde berhadapan dengan Michel Polina, serta Brayan Leon melawan Aaron Guerrero.

Daud Yordan Batal Lawan Kambosos, Jake Wyllie Jadi Pengganti

Presiden Direktur MPRO International, Gustiantira Alandy, mengonfirmasi bahwa Daud Yordan batal bertanding melawan George Kambosos Jr. di Qudos Bank Arena, Sydney Olympic Park, Australia, pada 22 Maret 2025. Keputusan ini diambil setelah Daud menjalani pemeriksaan medis menyeluruh, yang menunjukkan bahwa kondisinya tidak memungkinkan untuk bertarung sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Tira, sapaan akrab Gustiantira, menyampaikan bahwa kesehatan petarung adalah prioritas utama dan keputusan ini diambil demi kebaikan Daud dalam jangka panjang.

Dalam pernyataannya, Tira menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar, sponsor, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam persiapan pertarungan ini. Ia berharap Daud dapat segera pulih dan kembali ke ring dalam kondisi terbaik. Daud sebelumnya dijadwalkan menjalani duel 12 ronde di kelas ringan super melawan Kambosos. Petinju asal Indonesia ini memiliki catatan mengesankan dengan 43 kemenangan, termasuk 31 KO, dari total 47 pertarungan profesional. Pada laga terakhirnya, ia sukses mengalahkan Hernan Leandro Carrizo dari Argentina di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 7 September 2024.

Sementara itu, Kambosos Jr., yang merupakan mantan juara dunia, sedang berusaha bangkit setelah kalah TKO dari Vasyl Lomachenko di RAC Arena, Perth, pada 12 Mei 2024. Ia memiliki rekor 21 kemenangan dengan 10 KO dari 24 pertarungan profesional. Dengan absennya Daud, pihak penyelenggara telah menunjuk petinju Australia, Jake Wyllie, sebagai lawan pengganti bagi Kambosos dalam laga mendatang.

Robert Whittaker Pertimbangkan Pindah Divisi Usai Satu Laga Lagi

Mantan juara kelas menengah UFC, Robert Whittaker, berencana naik ke kelas berat ringan setelah menjalani satu pertarungan lagi di kelasnya saat ini. Petarung asal Selandia Baru ini mengaku masih mempertimbangkan keputusan tersebut dan akan memastikannya setelah duel berikutnya. Ia ingin menguji batas kemampuan fisiknya sebelum benar-benar naik ke kelas 205 pound.

Whittaker sebelumnya pernah memberi isyarat akan berpindah divisi, meski belum menetapkan keputusan final. Pada laga terakhirnya di UFC 308 Oktober 2024, ia mengalami kekalahan menyakitkan lewat submission brutal dari Khamzat Chimaev, yang membuat rahangnya terkilir akibat kuncian di wajah. Hingga kini, Whittaker belum memiliki lawan yang pasti untuk pertarungan selanjutnya, tetapi ia menganggap duel melawan mantan juara kelas menengah, Sean Strickland, sebagai opsi yang menarik. Ia bahkan mempertimbangkan untuk bertarung pada Pekan Pertandingan Internasional UFC pada Juni mendatang.

Perpindahan divisi bukanlah hal baru bagi Whittaker. Sebelumnya, ia memulai kariernya di UFC sebagai petarung kelas welter pada usia 21 tahun dan memenangkan ajang The Ultimate Fighter edisi internasional pada 2012. Setelah beberapa kali bertarung di kelas welter, ia memutuskan naik ke kelas menengah pada 2024 dan berhasil berkembang pesat. Whittaker mencatat enam kemenangan beruntun sebelum akhirnya mengalahkan Yoel Romero untuk merebut sabuk juara sementara, yang kemudian menjadikannya juara tak terbantahkan.

Meskipun kehilangan gelarnya, Whittaker tetap tampil impresif dengan kemenangan melawan petarung top seperti Paulo Costa, Kelvin Gastelum, Marvin Vettori, Jared Cannonier, dan Darren Till. Namun, ia juga mengalami tiga kekalahan dalam divisi 185 pound, yakni dari Israel Adesanya, Dricus du Plessis, dan Khamzat Chimaev. Kini, keputusan besar menantinya—bertahan di kelas menengah atau menantang tantangan baru di kelas berat ringan.