PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) semakin memperluas cakupan bisnis remitansi dengan menargetkan Korea Selatan sebagai destinasi ekspansi terbaru. Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam memperkuat layanan perbankan syariah di kawasan Asia. Korea Selatan menjadi pilihan utama mengingat jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di negara tersebut yang telah mencapai lebih dari 60.000 orang.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menyatakan bahwa ekspansi ini merupakan kelanjutan dari upaya perusahaan dalam memperluas layanan remitansi yang sebelumnya telah dikembangkan di Malaysia, Singapura, Hong Kong, dan Jepang. Perusahaan berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem keuangan halal, baik di dalam maupun luar negeri, melalui layanan pengiriman uang yang aman dan terpercaya.
Hingga Januari 2025, BSI telah mengelola bisnis remitansi di 13 negara dengan volume transaksi yang mencapai Rp10 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar 42 persen secara tahunan. Kinerja ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam transaksi remitansi yang dikelola oleh BSI. Untuk memperlancar ekspansi di Korea Selatan, BSI bekerja sama dengan Gmoney Trans dengan menandatangani perjanjian kemitraan. Kolaborasi ini memungkinkan nasabah untuk membuka rekening BSI melalui aplikasi GmoneyTrans tanpa harus kembali ke Indonesia.
Selain mendukung PMI, layanan ini juga memberikan kemudahan bagi pelajar Indonesia yang ingin berkuliah di Korea Selatan. Salah satu persyaratan administratif untuk mahasiswa asing adalah memiliki riwayat mutasi dana dari luar negeri ke rekening di Korea Selatan, sehingga layanan remitansi dari BSI dapat menjadi solusi yang lebih praktis dan aman.
Dengan adanya kerja sama ini, BSI dan GmoneyTrans berkomitmen membangun komunitas pengguna layanan remitansi yang lebih luas. Langkah ini tidak hanya mempermudah akses keuangan bagi masyarakat Indonesia di luar negeri, tetapi juga menciptakan sistem keuangan yang inklusif guna meningkatkan kesejahteraan para pekerja dan pelajar di Korea Selatan.